Kawan

Kamis, 20 Juni 2013

Tugas Akhir Semester


 PERPUSTAKAAN PUSAT SUMBER BELAJAR



BAB I
PENDAHULUAN
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Pusat sumber belajar adalah suatu unit dalam suatu lembaga (khususnya sekolah/Universitas/Perusahaan) yang berperan mendorong efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan berbagai fungsi layanan (seperti layanan media, pelatihan, konsultasi pembelajaran, dll), fungsi pengadaan/pengembangan (produksi) media pembelajaran, fungsi penelitian dan pengembangan, dan fungsi lain yang relevan untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Peran pusat sumber belajar yaitu menyediakan berbagai informasi dan pengetahuan yang diperlukan dalam mengembangkan berbagai kompetensi yang diinginkan pada bidang studi atau mata pelajaran yang dipelajarinya. Oleh karena itu sumber belajar yang beraneka ragam, diantaranya berupa bahan (media) pembelajaran memberikan pembangunan yang positif dalam peningkatan mutu pendidikan dan mutu pembelajaran.
Fungsi pusat sumber belajar antara lain: meningkatkan produktivitas pembelajaran, memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran, lebih memantapkan pembelajaran, memungkinkan belajar secara seketika dan memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis. Salah satu sumber belajar yang sudah lama diperlukan hingga sampai sekarang masih tetap demikian dalam setiap lembaga pendidikan atau pelatihan adalah perpustakaan (library). Dalam penyelenggaraan suatu perguruan tinggi, pernah dikatakan bahwa perpustakaan adalah jantung suatu universitas. Dikatakan demikian karena perpustakaan yang mengkoleksi berbagai macam buku dan jurnal dari pelbagai disiplin ilmu pengetahuan sungguh sangat diperlukan oleh suatu universitas. Salah satu ukuran yang menentukan mutu suatu universitas adalah seberapa banyak koleksi buku-buku di dalam perpustakaannya. Universitas-universitas yang ternama di dunia selalu mempunyai perpustakaan pusat (main library) yang besar dengan koleksi buku-buku yang sangat banyak jumlahnya hingga ratusan ribu sampai jutaan buku dalam berbagai jenis disiplin ilmu pengetahuan dalam terbitan yang relatif baru ditambah dengan koleksi berbagai jenis jurnal ilmiah. 
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Perpustakaan
Istilah perpustakaan berasal dari kata latin liber atau libri artinya buku. Dari kata latin tersebut terbentuklah istilah librarius yang artinya tentang buku. Dalam bahasa Inggris terkenal dengan istilah Library, (Jerman) bibliothek, (Perancis) bibliotheque, (Belanda) bibliotheek. Semua istilah ini berasal dari bahasa Yunani biblia artinya tentang buku. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia: pustaka artinya kitab. Kata dasar dari perpustakaan adalah pustaka. Menurut kamus “The Oxford English Dictionary”, kata “library” atau perpustakaan mulai digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai “suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan”.
Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri. Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penyimpanan dan atau akses ke mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.
Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia. Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan Internet).


B.     Peran Perpustakaan
Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.
C.    Tujuan perpustakaan
Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melelui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:
·         Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan.
·         Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik.
·         Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik.
·         Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemampuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia.
·         Dapat meningkatkan tarap kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya.
·         Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa.
·         Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.



D.    Perpustakaan sebagai Sumber Belajar
Perpustakaan merupakan salah satu penunjang dalam meningkatkan sumber belajar yang sekaligus sebagai wadah dari berbagai disipilin ilmu pengetahuan yang juga menunjang atau sebagai sarana dalam mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya dibidang pendidikan.
Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya. Jadi, perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu lembaga yang berisi koleksi buku sebagai penunjang dalam meningkatkan sumber belajar yang diatur untuk dibaca, dipelajari, dan dijadikan bahan rujukan.
Penyelenggaraan perpustakaan sebagai sumber belajar merupakan suatu keharusan dan amat penting dalam pendidikan (UU No. 2/1989, pasal 35). Suatu lembaga pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik jika para guru dan para siswa tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
Smith dkk dalam buku ensiklopedianya yang berjudul “EDUCATOR’S ENCYCLOPEDIA” menyatakan “School Library is a Center for Learning”, yang artinya perpustakaan itu merupakan sumber belajar. Memang ditinjau secara umum, perpustakaan itu sebagai pusat belajar sebab kegiatan yang paling tampak pada setiap kunjungan siswa adalah belajar, baik belajar masalah-masalah yang berhubungan langsung dengan mata pelajaran yang diberikan di kelas, maupun buku-buku lain yang tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran. Akan tetapi apabila ditinjau dari sudut tujuan siswa mengunjungi perpustakaan, maka ada yang tujuannya untuk belajar, ada yang tujuannya untuk berlatih menelusuri buku-buku perpustakaan, ada yang tujuannya untuk memperoleh informasi, bahkan mungkin ada juga murid yang mengunjungi perpustakaan dengan tujuan hanya sekedar untuk mengisi waktu senggangnya atau sifatnya rekreatif.
Sejak ditemukannya mesin cetak untuk mencetak buku dan sumber belajar tercetak lainnya, hingga sekarang media cetak masih menduduki posisi kunci dalam menunjang proses belajar mengajar. Buku, diktat, jurnal, surat kabar, modul dan cetakan-cetakan yang lain masih banyak diandalkan untuk menunjang proses belajar manusia. Perpustakaan, sebagai lembaga yang mengelola sumber informasi semestinya menduduki posisi kunci dalam proses pendidikan dan pelatihan yang ada, baik di lingkungan persekolahan, luar sekolah, dunia kerja, maupun masyarakat pada umumnya. Namun, kenyataannya masih jauh dari harapan. Perpustakaan masih belum benar-benar memasyarakat. Hal ini bisa terjadi, misalnya karena rendahnya minat baca dan kurangnya kesadaran bahwa belajar harus mencari sendiri informasi atau jawaban atas persoalan yang mereka hadapi.
Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi, berkembang pula konsep perpustakaan. Perpustakaan perlu menyesuaikan diri bukan hanya menangani koleksi sumber informasi dlam bentuk media cetak tetapi harus membuka pintu untuk masuknya media audio visual dan kemungkinan masuknya fungsi-fungsi yang lain.
Dengan visi ke depan, perpustakaan hendaknya siap pula menjadi pusat sumber informasi dalam arti sebenarnya. Oleh karena itu, apabila kita menyebut pusat sumber informasi hendaknya kita tafsirkan sebagai perpustakaan yang berkembang lebih lanjut dengan fungsi-fungsi baru tersebut. Perkembangan konsep pusat sumber informasi adalah perpaduan antara fungsi perpustakaan dan pusat multi media untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sasaran didik tertentu dalam suatu lembaga pendidikan, baik formal (sekolah, diklat) maupun nonformal (masyarakat). Pusat sumber informasi tidak hanya bermanfaat untuk membantu proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah dan lembaga diklat tetepi juga lembaga lain, sepanjang berurusan dengan proses pendidikan dan pembelajaran di masyarakat pada umumnya.
Bila diperhatikan secara jenih, maka perpustakaan sesungguhnya memberikan peranan terhadap pelaksanaan modul pendidikan di sekolah. Peranan perpustakaan antara lain:
1.      Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar.
2.      Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis serta memberikan petunjuk untuk mencipta.
3.      Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa, sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, benar-benar telah terbangun.
4.      Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpustakaan memberikan kesempatan membaca bagi para siswa yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam.
5.      Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari cara mempergunakan perpustakaan yang efisien dan efektif.
6.      Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan bahasa.
7.      Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan.
8.      Perpustakaan memberikan kepuasan akan pengetahuan di luar kelas.
9.      Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat.
10.  Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru untuk mengadakan penelitian.
11.  Perpustakaan merupakan batu loncatan bagi para siswa untuk melanjutkan kebiasaan hidup membaca di sekolah yang lebih tinggi.
12.  Kegairahan/minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.
13.  Bila minat membaca sudah tumbuh dan berkembang pada diri siswa, maka perpustakaan juga dapat mengurangi jajan anak, yang ini biasanya dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan anak.
14.  Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakan kenakalan, yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka.
Perpustakaan sebagai lembaga penyedia ilmu pengetahuan dan informasi mempunyai peranan yang signifikan terhadap lembaga induk serta masyarakat penggunanya. Demikian halnya di dalam lingkungan pendidikan seperti sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan pusat sumber ilmu pengetahuan dan informasi yang berada di sekolah, baik tingkat dasar sampai dengan tingkat menengah. Perpustakaan sekolah harus dapat memainkan peran, khususnya dalam membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Untuk tujuan tersebut, perpustakaan sekolah perlu merealisasikan misi dan kebijakannya dalam memajukan masyarakat sekolah dengan mempersiapkan tenaga pustakawan yang memadai, koleksi yang berkualitas serta serangkaian aktifitas layanan yang mendukung suasana pembelajaran yang menarik. Dengan memaksimalkan perannnya, diharapkan perpustakaan sekolah bisa mencetak siswa untuk senantiasa terbiasa dengan aktifitas membaca, memahami pelajaran, mengerti maksud dari sebuah informasi dan ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya bermutu. Sehingga pada akhirnya prestasi pun relatif mudah untuk diraih.
Jadi, hubungan perpustakaan dan prestasi belajar siswa adalah dari perpustakaan sebagai pusat sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar serta sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional, siswa dapat mencari informasi-informasi yang diperlukan dan dapat terjalin sinergi antara pustakawan dan siswa yang akan berbuah prestasi bagi siswa juga kinerja yang baik bagi pustakawan sehingga perpustakaan sangat berperan dalam peningkatan prestasi belajar siswa sebab dapat mencerdaskan penggunanya, khususnya dalam mencetak siswa yang berprestasi.







BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat saya simpulkan bahwa Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu lembaga yang berisi koleksi buku sebagai penunjang dalam meningkatkan sumber belajar yang diatur untuk dibaca, dipelajari, dan dijadikan bahan rujukan. Suatu lembaga pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik jika para guru dan para siswa tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Smith dkk dalam buku ensiklopedianya yang berjudul “EDUCATOR’S ENCYCLOPEDIA” menyatakan “School Library is a Center for Learning”, yang artinya perpustakaan itu merupakan sumber belajar.















DAFTAR PUSTAKA
Arif Gunarso (dalam sunartombs.wordpress.com/2009/01/05/pengertian peroustakaan-prestasi-belajar/)
Bafadal, Ibrahim. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. (Jakarta : PT. Bumi Aksara, 2006)
 
Sinaga, Dian, Mengelola Perpustakaan Sekolah. (Jakarta: Kreasi Media Utama, 2007)  
http://mrjamyas.blogspot.com/2010/04/perpustakaan-dan-lingkungan-sekolah.html



Senin, 17 Juni 2013

Tugas Akhir Semester

Peran Internet Dalam Dunia Pendidikan 


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester
 Komputer Dasar
Dosen Pembimbing: M. SALEHUDIN, S.PdI, M.Pd



Disusun Oleh:
Hafsa
NIM:12.1103.0004
SEMESTER II
TARBIYAH 
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI 
SAMARINDA
 
2012/2013




KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, berkat hidayah dan rahmat-Nya kami dat menyelesaikan penyusunan makalah dengan judul “Peran Internet Dalam Dunia Pendidikan .”
Makalah ini kami susun untuk memenuhi tanggungjawab sebagai mahasiswa dalam mata kuliah “TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)”. Harapan kami, semoga makalah yang sangat sederhana ini mampu memberi manfaat dan kontribusi dalam khazanah keilmuan, amin.
Akhirnya, atas segala upaya penyusunan makalah ini, kami sangat menyadari sangat banyak kekurangan dan kelemahan. Maka kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan dari segenap pihak demi kesempurnaan makalah ini. Tak lupa kepada semua pihak yang langsung maupun tidak langsung ikut membantu penyelesaian makalah ini, kami ucapkan terimakasih.
Jazakumullah khairal jaza.
                                                                                    Samarinda, Juni 2013
                                                                                                Penyusun



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
            Internet adalah dunia yang bebas, setiap orang dapat berkunjung ke situs web mana saja di seluruh dunia. Yakni cukup dengan menghidupkan computer, menghubungkannya dengan internet, dan selanjutnya mereka siap untuk menjelajahi situs yang mereka inginkan.
            Itulah salah satu kemudahan yang dapat dinikmati di era kontemporer akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini tentu saja berperan sangat besar terhadap pergeseran dalam dunia pendidikan. Pembelajaran tidak lagi tebatas oleh ruang dan waktu. Guru dan peserta didik dapat berkomunikasi, berdiskusi, dan berinteraksi di mana saja mereka berada tanpa harus berada di ruang kelas.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Internet
2. Peran Internet dalm Dunia Pendidikan Kontemporer
3. Keunggulan dan Kelemahan Sebagai Media Pendidikan 




BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Internet
            Internet merupakan kepanjangan dari Interconnection Networking / Interconnected Network atau juga yang telah menjadi International Networking yang merupakan suatu jaringan yang menghubungkan computer di seluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit menjadi satu jaringan yang bisa mengakses satu sama lain, atau juga merupakan hubungan dua computer atau lebih yang saling berhubungan untuk membentuk jaringan computer sebanyak miliaran computer. Dengan internet tersebut, satu computer dapat berkomunikasi secara langsung dengan computer lain di berbagai belahan dunia. Satu hal yang merupakan keleihan internet dibanding media lainnya adalah bahwa internet dapat menembus ruang dan waktu. Internet juga dapat menembus kehidupan pemakainya.
Sebagian orang menberi nama lain untuk internet yaitu cyber, e-word, dunia maya, dan dunia cyber karena dari aspek ilmiah, internet merupakan perpustakaan yang berisi informasi digital dan data (teks, grafik, audio, video, dan animasi) yang tidak terbatas karena  selalu diperbarui (update) terus-menerus oleh para penggunanya di seluruh dunia. Aspek komunikasi dari internet adalah sarana yang sangat efisien dan efektif untuk melakukan pertukaran informasi yang dapat dijalin pada jarak antara satu Negara dngan Negara lain, intern suatu Negara, dan dalam lingkungan kerja pada sebuah kantor. Adapun pengertian cyberspace menurut Dysson (dalam Wahyono, 2005: 23) merupakan suatu ekosistem bioelektronik yang ada di manapun, ada telepon, kabel waxial, fiber optic, atau elektromegnetik maves. Hal ini berarti bahwa tidak ada yang tahu pasti seberaa luas internet secara fisik, tetapi sebagai acuan, pada tahun 2001 saja sebanya 135 negara telah mempunyai akses, 54 kota di dunia adalah host utama, dan hampir 72 juta orng melakukan koneksi terhadap dunia tersebut setiap hari.
Teknologi internet pada hakikatnya merupakan perkembangan dari teknologi komunikasi dari generasi sebelumnya. Media seperti televise, radio, video, multimedia, dan media-media lainnya telah digunakan dan dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan. Apalagi media internet yang memiliki sifat interaktif, dapat berfungsi sebagai media massa dan interpersonal, dan gudang sumber informasi dari berbagai penjuru dunia, sangat memungkinkan untuk menjadi media pendidikan yang lebih unggul dari generasi sebelumnya. Oleh karena itu, Khoe Yao Tung (Isjoni, 2007: 15) mengatakan bahwa setelah kehadiran guru daalm arti sebenarnya, internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadi wakil guru yang memiliki sumber belajar yang penting di dunia. Menurut Budi Rahardjo, manfaat internet bagi pendidikan adalah dapat menjadi akses sumber informasi, akses kepada narasumber, dan sebagai media kerjasama. Akses kepada sumber informasi yaitu sebagai perpustakaan online, sumber literature, hasil-hasil penelitian, dan materi pembelajaran. Akses kepada narasumber bisa dilakukan komunikasi tanpa harus bertemu secara fisik. Sdangkan sebagai media kerjasama, internet bias menjadi media untuk melakukan penelitian bersama atau semacam membuat makalah bersama. Penelitian di Ameriak Serikat tentang pemenfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk keperluan pendidikan diketahui memberikan dampak positif (Parlik dalam Isjoni, 2005: 15). studi lainnya dilakukan Center for Applied Special Technology (CAST) menyebutkan bahwa pemanfaatan internet sebagai media pendidikan menunjukkan angka positif terhadap hasil belajar peserta didik. Pda perkembangannya, internet memberikan fasilitas dan berbagai layanan baru yang disebut layanan informasi (information service).
B. Peran Internet dalam Dunia Pendidikan Kontemporer
            Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001) dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu:
  1. Dari pelatihan ke penampilan.
  2. Dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja.
  3. Dari kertas ke “on line” atau saluran.
  4. Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan.
  5. Dari waktu siklus ke waktu nyata.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, computer, internet, email, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan peserta didik tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga melalui media-media tersebut.
Dalam dunia pendidikan kontemporer, melalui internet guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang lebih luas dari berbagai sumber melalui cyberspace atau ruang maya dengan menggunakan computer ataau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya “cyber teaching” (pengajaran maya), yaitu suatu proses pengajaran yang dilakukan dengan internet. Istilah lain yang populer adalah e-learning, yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001: 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dengan jangkauan luas yang berlandaskan tiga criteria, yaitu:
1.E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyampaikan, mendistribusi, dan membagi materi ajar atau informasi.
2.Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui computer dengan menggunakan teknologi internet yang standar.
3.Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran tradisional.
Salah satu tulisan yang berkenaan dengan dunia pendidikan disampaikan oleh Robin Paul Allejo dengan judul “Rebooting: The Mind Stars of School”. Dalam tulisan tersebut dikemukakan bahwa ruang kelas di era millennium yang akan dating akan jauh berbeda dengan ruang kelas saat ini, yaitu berbentuk seperti laboratorium computer di man tidak terdapat lagi format anak duduk di bangku dan guru di depan kelas. Ruang kelas di masa tyang akan dating disebut sebagai “cyber classroom” (ruang kelas maya) sebagai tempat anak-anak melakukan aktivitas pembelajaran secara individual maupun kelompok dengan pola belajar “interactive learning” (pembelajaran interaktif melalui computer dan internet). Anak-anak berhadapan dengan computer dan melakukan aktivitas pembelajaran secara interaktif melalui jaringan internet untuk memperoleh materi belajar dari berbagai sumber belajar. Anak akan melakukan aktivitas belajar yang sesuai dengan kondisi kemampuan individualnya sehingga anak yang lambat atau cepat akan memperoleh layanan pembelajaran yang sesuai dengannya.
Penggunaan internet dalam dunia pendidikan kontemporer antara lain sebagai berikut:
1.      Untuk memperoleh informasi.
2.      Untuk komunikasi (misalnya melalui jejaring social)
3.      Untuk akses informasi dan komunikasi dalma penyelesaian tugas-tugas yang diberikan guru.
4.      Untuk pembelajaran melaui weblog dan jejaring social lainnya.
C. Keunggulan dan Kelemahan Internet
            Beberapa keunggulan yang dapat dirasakan dari internet sebagai media pendidikan kontemporer antara lain:
● Berbagai informasi dapat diakses lebih mudah, kapan saja dan di mana saja.
● Dapat berkomunikasi dengan pihak lain dengan cara yang sangat mudah melalui teknik tertentu.
● Membuat adanya kebebasan demokrasi tanpa harus terhambat oleh ruang dan waktu.
● Isinya luas dan menyangkut banyak hal pengajaran.
● Relatif lebih hemat biaya.
● Praset belajar tidak dititikberatkan di kelas, namun peserta didik dituntuk untuk belajar lebih mandiri.
● Proses belajar berkala internasional.
● Menembus ruang dan waktu.
● Pengembangan proses pembelajaran yang variatif
● dll
            Adapun kelemahan yang dapat kita temukan dari penggunaan internet tersebut yaitu:
1.      Penegakan hukum yang terjadi terhadap pelanggaran di dalamnya lebih sulit.
2.      Artikel cetak merupakan bukti otentik yang sekali dicetak tidak akan berubah. Legalitasnya sebagai bahan rujukan sudah jelas, sedangkn publikasi elektronik setiap saat dapat diubah.
3.      Tidak selalu mudah membawa kompute ke mana-mana dibandingkan dengan membawa kertas cetakan, dan membaca di layer monitor tidak selalu senyaman membaca artikel dalam cetakan.
BAB III
PENUTUP
            Sekalipun teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk computer dan internet telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih banyak kelemahan dan kekurangan. Dari sini kegairahan kadang-kadang lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari., dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat  social. Dari aspek informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari internet sehingga sangat berbahaya jika anak kurang memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diperoleh. Bagi anak usia sekolah dasar penggunaan internet yang kurang proporsional dapat mengabaikan peningkatan kemampuan manual seperti menulis tangan, menggambar, berhitung, dan sebagainya.
            Dalam hubungan ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara proporsional dan kerjasama yang baik antara lembaga sekolah, guru, dan orang tua sangat diperlukan guna membimbing anak belajar di rumah masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
Riyana, Cepi, Strategi implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan Menerapkan Konsep Instructional Technology, Jurnal Edutech, Jurusan Kurtek Bandung, 2004.
Rudi Susilana dkk, Media Pembelajaran, Bandung, CV Wacana Prima, Cet. Kedua, Juli 2008.